SITUASI POLITIK MENJELANG PILPRES
politik tak tahu siapa kawan siapa lawan begitulah ungkapan para politisi. munkin hari ini berlawanan tapi tidak menutup kemunkinan besok berkawan begitu juga dengan sebaliknya bisa saja hari ini berkawan besoknya berlawanan. Bentrok kepentingan pada kampanye politik saat ini merupakan hal yang biasa apa lagi saat menjelang pilpres, para politisi berlomba-lomba memperebutkan hati para rakyat mulai dari menebar jannji-janji kampanye hingga saling lempar isu-isu politik. tak jarang hampir semua media pertelivisian setiap harinya di isi oleh berita-berita politik yang memanas antara kubu politik yang berlawanan contoh misalkan di salah satu media televisi yang memuat ajang debat politik yang sangat menarik untuk ditonton oleh berbagai kalangan masyarakat akan tetapi masyarakat bisa menilai mana politisi yang patut dengan yang tidak. dari kesemua poltik sebenarnya adalah tujuannya kekuasaan misalkan era orde baru pada pemerintahan soeharto yang menjabat paling lama. pada saat itu sebenarnya soeharto beberapa kali ingin mundur akan tetapi adanya desakan dari lingkungan politiknya yang ingin mempertahankan kekuasaannya sehingga soeharto terus maju dan menjabat beberapah kali dekade dan akhirnya mundur karena desakan oleh rakyat diantaranya mahasiswa. menjelang pilpres 2019 kedua kubu antara prabowo dan jokowi saling getol mencari cawapres yang pantas mendampinginya. berbagai nama yang dikantongi prabowo dan jokowi tapi belum ada kepastian dari cawapres yang akan dipilihnya. dan kampanye-kampanye pun getar dilakukan mulai dari pidato prabowo yang mengatakan 2020 indonesia akan bubar yang memunculkan sikap skeptis rakyat terhadap pemerintahan jokowi dan juga adanya tagar yang buming bertuliskan “#2019Gantipresiden” namun lain halnya dengan kubu pak jokowi belum ada isu politik yang dilemparnya yang membuming, jokowi hanya menangapi pidato prabowo pada pidatonya dengan memberikan sikap optimisme pada rakyat terhadap pemerintahannya yang akan datang.

Komentar
Posting Komentar